Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS
Tampilkan postingan dengan label Thibbun Nabawy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thibbun Nabawy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

Menjadi Dokter (Terapis) di Rumah : Muntah dan Mencret

Muntah dan mencret merupakan salah satu dari lima cara yang dipergunakan untuk mengeluarkan zat beracun dari tubuh. Lima cara itu adalah mencret/diare, muntah, berbekam, buang angin, dan mengeluarkan keringat.

Pertolongan pertama:
Untuk menghindari terjadinya kehilangan cairan tubuh secara cepat, berikan air madu dengan intensitas yang sering.

Penanganan terapi herba:
Berikan Spirumadu, Gamalife, dan Kordial Kurma.

Minggu, 09 Oktober 2011

Menjadi Dokter (Terapis) di Rumah : Menangani Demam

Demam adalah keluhan yang sering ditemukan sehari-hari. Merupakan penyebab tersering yang membawa anak diperiksakan ke dokter. Demam adalah keadaan di mana terjadi kenaikan suhu tubuh hingga 37,8 C atau lebih. Normalnya suhu tubuh 36,1-36,8 C. sedangkan bila suhu tubuh lebih dari 40 C disebut demam tinggi (hiperpireksia) dan bila suhu tubuh kurang dari 36oC disebut hipotermi.

Demam bukan merupakan hal yang perlu ditakuti, karena merupakan proses normal tubuh dalam mengatur suhunya. Ada tiga penyebab demam.

Penyebab demam pertama, adalah karena pembentukan panas dalam tubuh yang berlebihan, Ini umumnya disebabkan karena proses metabolisme (kegiatan) tubuh yang meningkat, seperti banyak aktivitas, latihan yang berat, suhu di sekitar tubuh yang lebih tinggi dibanding suhu tubuh, dan penyakit gondok.

Berkurangnya pengeluaran panas dari tubuh (melalui keringat dan urin), juga merupakan penyebab demam. Beberapa orang yang mempunyai penyakit syaraf primer ternyata berkurang kemampuannya untuk mengeluarkan keringat. Begitu juga orang yang tidak mempunyai kelenjar pengatur keringat sejak lahir akan banyak berkeringat. Yang paling sering adalah dehidrasi, yaitu tubuh kekurangan cairan, misalnya pada seseorang yang kehausan, muntah-muntah, atau berak-berak yang sangat banyak. Maka orang yang menderita demam harus diperiksa apakah di bawah ketiaknya banyak keringat. Kombinasi berkurangnya keringat dan metabolisme yang berlebihan dapat terlihat pada orang yang tersengat panas (heat stroke), yang ditandai dengan tingginya suhu sekitar tubuh, dehidrasi, serta tubuh yang mengalami demam yang sangat tingi.

Penyebab lainnya adalah karena perubahan thermostat sentral, yaitu alat pengatur panas tubuh yang berada di hipotalamus otak. Ini yang paling sering. Terutama adanya infeksi dan radang yang menyerang tubuh, sehingga menyebabkan pusat suhu di hipotalamus kurang peka terhadap panas. Tandanya adalah khas. Awalnya orang tersebut akan merasa sangat kedinginan dan biasanya dia akan membungkus diri dengan selimut. Saat itu suhu tubuh masih normal, tetapi thermostat menginginkan suhu yang lebih tinggi, hingga terjadilah proses menggigil. Menggigil adalah cara tubuh menghasilkan panas. Bila suhu telah meningkat ke tingkatan yang lebih tinggi (lebih panas) yang diperintahkan oleh hipotalamus, maka orang tersebut akan berhenti menggigil tetapi merasa "demam" tetapi tidak terlalu panas.

Bila penyebab demamnya (bisa bakteri, virus, atau radang) dihilangkan atau diobati, maka hipotalamus akan menjadi sensitive kembali, sehingga suhu akan diatur menjadi normal. Untuk mengeluarkan panas agar suhu kembali normal adalah dengan cara mengeluarkan keringat. Inilah, kenapa seseorang yang baru menggigil suhu tubuhnya masih normal. Diantara infeksi penyebab panas yang paling sering ditemukan adalah virus. 

Dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim, dituturkan hadis riwayat Nafi’ dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya demam atau demam yang berat(akut) itu berasal uap api jahanam,maka dinginkan demam dengan air”

Rasulullah apabila terkena demam, beliau minta diambilkan qirbah (kantong air yang terbuat dari kulit). Rasulullah memakai air untuk mengguyur kepalanya, kemudian beliau mandi. Dalam kitab Sunan dituturkan Hadis riwayat Abu Hurairah. Ia menandaslan, “Tatkala, ada salah seorang sahabat yang menyebut-nyebut demam di hadapan Rasulullah, ada sahabat lain yang mengecam keras penyakit demam. Rasulullah bersabda, “Jangan menista demam. Sebab demam dapat menghapus dosa, sebagaimana api dapat melenyapkan karat besi”

Ternyata banyak hadits yang berkaitan dengan sakit demam ini.

Salah satunya lagi adalah Abu Nu'aim, pengarang kitab Hilyatul Auliya', pernah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi, "Jika salah seorang diantara kamu ditimpa demam, hendaknya disiram dengan air selama tiga malam di waktu dini hari."

Orang yang terserang penyakit demam, selazimnya meninggalkan beragam jenis makanan buruk, berikut mengkonsumsi obat-obatan yang berdaya guna. Segala kondisi demam, yaitu ketika temperature tubuh meningkat tajam, dapat diterapi dengan air melalui dua cara, yaitu :
1. Dari arah luar, yaitu dengan cara mengkompresnya, dengan menggunakan air dingin atau es, dengan maksud untuk menurunkan temperatur panas.
2. Mengkonsumsi air mineral sebanyak mungkin saat menderita demam. Hal itu dapat membentu kestabilan organ tubuh , terutama dua ginjal, agar berfungsi normal.
3. Dari kitab Thibbun Nabawy (Ibnu Qayyum), lebih di tekankan pada mandi pada saat 1/3 malam terakhir. Yaitu antara jam 00.00 – 03.00, bisa dibuktikan jika kita mandi setelah jam tersebut, kita sering kedinginan.

Di antara hal yang membantu proses penyembuhan demam adalah membersihkan tubuh sebaik mungkin, membuang berbagai kotoran tubuh, membuang kelebihan “ampas” tubuh yang tak berguna, dan menyingkirkan unsur-unsur makanan yang buruk dari dalam tubuh, sehingga kondisi tubuh sama persisnya dengan besi yang telah tersterilkan dari karatnya. Tindakan preventif inilah yang popular di kalangan para alhi medis dalam usaha penyembuhan sakit demam.

Abu hurairah menuturkan, “Tidak ada penyakit yang menjangkitiku, yang paling aku sukai selain dari demam, sebab demam merasuk ke seluruh organ tubuhku. Dan Allah akan memberi pahala bagi setiap organ tubuh yang terkena demam”.

Air dingin merupakan obat yang berdaya guna untuk mengantisipasi demam, khususnya demam yang tidak disertai dengan pembengkakan organ tubuh, serta tidak mengandung unsur-unsur buruk, baik dari luar maupun dalam tubuhm maupun unsur-unsurperusak lainnya. Dengan izin allah penyakit demam ini akan dapat diredam dengan cepat, dan cara penyembuhan demam dengan air dingin adalah cara pengobatan yang murah, sehat, dan multiguna.

Terapi untuk Demam
Demam panas yang tinggi menyebabkan terjadinya dehidrasi (kering air) dalam tubuh. Bagi kasus yang serius akan terjadi kejang yang dikenal dengan "epilepsi" ataupun “step”. Kaedah pengobatan Islam telah mengumpulkan berbagai teknik pengobatan yang lebih cepat, aman dan halal dari penggunaan obat kimia dan obat kimia juga bukanlah jalan yang terbaik untuk tujuan ini. Selain dari organ anak yang masih lemah terutama ginjal, kandungan aluminium hidroksida juga menjadi pengancam kehidupan masa depan.

Terapi yang bisa dilakukan :
1. Mandi selepas waktu Isya hingga merasa benar-benar sejuk.
2. Mandi pada waktu subuh, mandi mulai dari kaki hingga kepala.
3. Baluri seluruh tubuh dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan Minyak Herba Jawi 99.
4. Bekam satu titik di titik Al-Kaahil.

Herba yang digunakan:
1. Madu Sunnah HPA dicampur dengan air dingin/air biasa.
2. Klorofil Green Palapa
3. Spirumadu Kids
4. Gamalife

Alhamdulillah biidznillah Ibra dan Lila, juga sy dan istri saat demam atau tubuh merasa kedinginan melakukan terapi di atas dan lebih segar setelahnya. Seperti de’ Ibra yang malam ahad kemarin demam kemudian kami terapi dan minumkan herba Alhamdulillah bidznillah malam ini suhu tubuhnya sudah normal dan tidurnya sudah nyenyak.

Wallahu’alam bisshowab.

Selasa, 02 Agustus 2011

Konsep Pengobatan Islam

Konsep Pengobatan Islam
Oleh : Dokter Zaidul Akbar (Wakil Direktur IT HPA)

Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab [33]:21)
Islam telah datang ke muka bumi ini dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam(SAW) dengan membawa satu kesempurnaan dalam bidang dan sisi apapun dalam kehidupan manusia, termasuk juga dalam bidang  kesehatan.

Rasulullah sebagai uswatun hasanah (suritauladan baik) semua manusia, memang tidak di utus menjadi tabib atau dokter ke dunia ini. Namun apa yang beliau sampaikan ke pada umatnya, terutama dalam bidang kesehatan adalah suatu hal yang mempunyai khazanah ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. Dari sinilah konsep Thibbun Nabawi (kedokteran nabi ) itu bermula. Sehingga oleh seorang ulama besar, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, khazanah-khazanah dalam bidang kesehatan ini dirangkum dalam sebuah buku yang bertajuk “Kitab Pengobatan Nabi”.

Konsep pengobatan dalam Thibbun Nabawi ini adalah suatu konsep yang akan terus update dengan masa kapan saja  dan dimana saja. Pasalnya, apa yang Nabi sampaikan adalah sesuatu yang memang AllahSubhanahu wa Ta’ala (SWT) bimbing melalui wahyu.

Konsep konsep pengobatan dalam Islam itu antara lain :
Pertama, Keyakinan. Ketika seseorang sakit, ia harus sangat menyakini bahwa sakit yang dialaminya tersebut berasal dari Allah SWT, dan Allah juga yang akan menyembuhkannya. Seperti dalam firman-Nya:
“Dan apabila aku sakit, dialah yang menyembuhkan aku..” (Asy-Syu’araa [36]:80)

Di samping itu ada juga Hadits yang berbunyi, “Lii Kulli Daa In dawaun.” Artinya:  “Setiap penyakit pasti ada obatnya.”

Dari kedua hujjah ini, seseorang yang menderita suatu penyakit, seyogyanya mempunyai suatu keyakinan yang sangat kuat bahwa tiada satu pun yang ada di dunia ini yang mampu menyembuhkan kecuali Allah ‘Azza wa Jalla melalui izin-Nya.

Seseorang yang menderita suatu penyakit haruslah mempunyai keyakinan yang sangat kuat bahwa semua penyakit pasti ada obatnya, karena demikianlah memang yang dikabarkan oleh Rasulullah mengenai hal tersebut, bahkan beliau menyebutkan hanya ada dua penyakit yang tidak bisa disembuhkan, yaitu: Mati dan Pikun.

Oleh Karena itu jika kita mendapatkan manusia yang mengatakan bahwa suatu penyakit tidak ada obatnya dan tidak bisa disembuhkan , maka ucapan  ini menjadi  bertentangan dengan apa  yang disampaikan oleh Rasulullah dan wajib bagi kita untuk menolaknya.

Kedua, Menggunakan obat yang halal dan thoyyib. “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya.Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram.”(Riwayat Abu Dawud)

Konsep kedua dalam pengobatan Islam adalah menggunakan obat  yang halal dan thoyyib. Ada hal yang penting dari apa yang disampaikan Rasulullah SAW melalui Hadits ini.

Dari sini dapat kita pahami bahwa tidak mungkin obat obat  yang digunakan seseorang adalah sesuatu yang haram, karena pastinya ketika Allah menciptakan suatu penyakit, Allah juga menurunkan obatnya, namun karena Allah Maha Suci (Al-Quddus), tidaklah mungkin Allah akan menurunkan penawarnya dari benda yang haram.

Hal ini patut kita cermati, karena kita sekarang banyak mendapati obat obatan yang digunakan pada masa kini, ternyata berasal dari barang haram, termasuk gelatin yang banyak sekali digunakan dalam dunia pengobatan masa kini yang ternyata berasal dari babi. Sebagai contoh, LPPOM –MUI banyak mendapatkan ternyata cangkang kapsul yang digunakan untuk obat, banyak dihasilkan dari gelatin babi.

Hal ini patut menjadi perhatian kita semua, karena perihal halal haram menjadi suatu hal yang sangat penting dalam Islam yang  bisa membuat amalan seseorang tidak diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla karena permasalahan haramnya obat yang dia minum.

Ketiga, Tidak membawa mudharat yang akan mencacatkan tubuh. Dalam pengobatan Islam, kita di anjurkan untuk tidak melakukan pengobatan yang kiranya pengobatan tersebut membawa kemudharatan yang justru menimbulkan masalah baru bagi seseorang.

Oleh karena itu dalam Thibbun Nabawi semampu mungkin kita menjaga tubuh yang sempurna ini dengan tidak melakukan tindakan tindakan yang dapat merusak tubuh kita.

Keempat, Tidak berbau takhayul, bid’ah, dan khurafat. Ketiga hal di atas selain harus dihindari juga bisa mengakibatkan pelakunya jatuh dalam jurang kekafiran. Dapat kita bayangkan dalam rangka berobat justru Akidah tergadai, hal ini tentunya sangat disesalkan.

Realita ini sangat sering kita lihat dalam dunia pengobatan sekarang, termasuk menggunakan media media tertentu dalam pengobatan yang tidak ada dalam tuntunan islam atau yang pernah di ajarkan Rasulullah.
Kelima, Mencari yang lebih baik. Dalam Thibbun Nabawi, seseorang dianjurkan untuk terus berikhtiar sampai penyakit itu sembuh atas izin Allah. Sesungguhnya Allah tidak hanya melihat kesembuhan yang akan dicapai, tapi proses menuju kesembuhan itupun akan dinilai oleh Nya, apakah ia melakukan hal yang dilarang untuk berobat. Jadi jika sembuh namun Akidah tergadai apalah artinya kesembuhan tersebut.

Adanya konsep pengobatan dalam Thibbun Nabawi ini menjadikan suatu  aturan bagi yang terlibat di sini, sehingga keberkahan dan kesempurnaan dari Thibbun Nabawi tersebut dapat terus dijaga. Wallahu a’lam